Santunan Kematian Covid-19 di Kotamobagu, 21 Ahli Waris Lengkapi Berkas

KOTAMOBAGU, FINews.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kotamobagu terus merampungkan penyusunan kelengkapan dokumen korban meninggal dunia akibat Covid-19 yang akan menerima santunan dari pemerintah.

Hal itu untuk menindaklanjuti Surat Edaran dari Pemerintah pusat lewat Kementerian Sosial RI Nomor 427/3.2/BS.01.02/06/2020, tentang Penanganan Perlindungan Sosial Bagi Korban Meninggal Dunia Akibat Covid-19.

“Untuk saat ini Dinas Sosial Kota Kotamobagu masih tahap penyusunan kelengkapan dokumen,” kata Kadis Sosial Kota Kotamobagu, Noval Manoppo, Senin (22/2).

Dia juga menambahkan saat ini sudah ada yang melengkapi berkas.

“Sudah 21 ahli waris korban yang sedang melengkapi berkas,” tambah Noval.

Kelengkapan dokumen itu menurut Noval merupakan syarat untuk mendapatkan santunan kematian. Di mana besaran santunan kematian itu adalah Rp15 juta per jiwa. Uang santunan akan diberikan kepada ahli waris dari korban Covid-19 yang meninggal dunia, tandasnya.

Untuk diketahui, syarat untuk mendapatkan santunan tersebut yaitu, 1. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) korban dan ahli waris
2. Fotokopi KTP korban dan ahli waris
3. Fotokopi Surat Keterangan meninggal dunia dari Rumah Sakit atau Puskesmas (legalisir) atau kutipan Akte Kematian dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (legalisir)
4. Surat Keterangan bahwa korban meninggal terinfeksi Covid-19 dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota setempat
5. Fotokopi Surat Keterangan ahli waris sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku (legalisir)
6. Surat Pernyataan yang menunjuk ahli waris yang menerima santunan kematian, ditandatangani oleh seluruh ahli waris di atas materai dan dilampiri fotokopi KTP seluruh ahli waris
7. Fotokopi rekening buku tabungan yang masih aktif atas nama ahli waris (nama buku rekening sesuai dengan Surat Keterangan ahli waris).

Sementara mekanisme pengajuan santunan kematian Covid-19, yaitu;
1. Warga melengkapi berkas sesuai syarat yang tertera
2. Berkas diantarkan ke Dinsos kabupaten/kota setempat sesuai lokasi terkonfirmasi korban meninggal
3. Dinsos kabupaten/kota melakukan verifikasi dan validasi dokumen usulan warga berdasarkan data yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan
4. Dinsos kabupaten/kota mengajukan usulan nama-nama warga yang memenuhi persyaratan kepada Dinas Sosial provinsi dengan tembusan Bupati/Wali Kota dan Dirjen Linjamsos Kemensos RI
5. Dinsos provinsi melakukan verifikasi usulan dari Dinsos kabupaten/kota untuk diusulkan ke Linjamsos Kemensos RI
6. Usulan diverifikasi dan divalidasi oleh Dirjen Kemensos RI
7. Jika data usulan sudah benar dan lengkap, santunan akan ditransfer melalui rekening ahli waris.

Komentar Facebook