Sangadi Lanut Diadukan ke Polres Boltim Terkait Ganti Rugi SUTET

HUKRIM, FINews.id – Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sikapi adanya surat aduan dari salah seorang warga Desa Bangunan Wuwuk, Kecamatan Modayag Barat, atas dugaan pengelapan hak atas tanah yang dilakukan oleh Steidie Mumek, Kepala Desa (Sangadi) Lanut, Kecamatan Modayag, pada 25 Januari 2021.

“Sangadi Lanut sudah kami panggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan surat aduan itu,” kata Kasat Reskrim Polres Boltim, AKP Edy Susanto, Kamis (18/2).

Lanjutnya, karena itu baru sebatas surat aduan, pihaknya hanya melakukan klarifikasi ke terlapor, tambah Kasat.

Meski demikian, Edy menyampaikan adanya dugaan kesewenangan.

“Itulah Sangadi, diduga menggunakan kewenangannya tidak melihat situasi di lapangan, dalam arti tidak melakukan cek n ricek kepemilikan atas lokasi dimaksud,” ungkap dia.

Bahkan Edy mengakui akibat dugaan kesewenangan itu, orang lain dirugikan.

“Dia (Sangadi) begitu mudah mengeluarkan surat keterangan yang tidak sesuai, akibatnya orang lain dirugikan atas tindakannya tersebut,” aku AKP Edy Susanto dalam pesan WhatsApp ke media.

Terpisah, Sangadi Desa Lanut Steidie Mumek, dikonfirmasi terkait aduan itu,
kepada media dibenarkan.

“Benar ada aduan atas saya, namun sudah ada kesepakatan pemilik lahan dengan pihak PLN. Dan semua sudah selesai, tidak ada masalah,” kata Mumek, Kamis (18/2).

Bahkan dirinya membenarkan bahwa sudah dimintai keterangan oleh pihak Polres.

“Saya sudah dipanggil oleh penyidik Polres Boltim serta sudah memberikan keterangan atas surat aduan itu,” aku Mumek sambil mengatakan semua sudah aman.

Pihak pelapor sendiri dikonfirmasi kepada media membenarkan adanya aduan itu.

“Memang saya telah mengirim surat aduan ke Polres Boltim terkait dugaan hak saya yang diambil,” kata pelapor sambil berharap namanya dirahasiakan.

Disinggung bahwa sudah ada kesepakatan, oleh dia mengatakan benar.

“Benar, sudah ada pertemuan dengan pihak PLN Suluteng, namun hingga saat ini kesepakatan berupa ganti rugi belum saya terima. Meski demikian, kasus ini akan saya lanjutkan untuk mendapatkan kepastian hukum kenapa bisa terjadi, apalagi ganti rugi yang akan saya terima dalam kesepakatan itu dirasa belum sesuai,” terangnya sambil menyebutkan nama oknum mantan pejabat Boltim yang menerima ganti rugi itu.

Untuk diketahui, kasus ini bermula dari proyek saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang melewati tanah warga tersebut. Anehnya pemilik lahan yang terkena proyek ini tidak mendapatkan ganti rugi, hingga berujung dikirimnya surat aduan ke Polres Boltim.(01)

 

Komentar Facebook