Diduga Ilegal, Polres Boltim Pasang Garis Polisi di Lokasi Tambang Emas Milik Sangadi Lanut

HUKRIM, FINews.id – Kepolisian Resort (Polres) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulut, menurunkan timnya ke lokasi tambang emas diduga milik Steidie Mumek, Sangadi (Kepala Desa) Lanut, Kecamatan Modayag, Boltim, karena aktivitas penambangan miliknya tidak mengantongi izin usaha pertambangan (IUP), Rabu (24/2).

Kedatangan tim Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) yang dipimpin oleh Kanit Buser Polres Boltim Aipda Alen Kumajas ke lokasi tambang emas logam mulia tersebut, tak lain menindak lanjuti adanya informasi dari warga.

BACA JUGA: Astaga, Diduga Sangadi Lanut Lakukan Aktivitas Penambangan di Badan Sungai

 

BACA JUGA: Dituding Lakukan Aktivitas PETI di Talong, Sangadi Lanut: Cek Saja Dilokasi

Di mana menurut beberapa orang warga Desa Lanut, aktivitas yang diduga dilakukan Sangadi belum mengantongi IUP dari Koperasi Nomontang yang membawahi kegiatan penambangan dilokasi Talong.

Tim Buser yang tiba sekira pukul 16.00 WITA pun langsung memasang garis polisi di lokasi tersebut.

Kasat Reskrim Polres Boltim, AKP Eddy Susanto, membenarkan adanya pemasangan garis polisi di lokasi itu.

“Benar, lokasi itu sudah dipasang garis polisi,” kata AKP Eddy.

Lanjut dia pihaknya akan memanggil pemilik lokasi sesuai prosedur.

“Pemilik akan kita panggil sesuai prosedur karena diduga dalam melakukan aktivitas tidak mengantongi izin dari Koperasi Nomontang, karena lokasi tersebut masuk IUP KUD,” tambah Kasat Reskrim.

Disinggung ada tidak yang diamankan saat pemasangan garis polisi tadi, olehnya mengatakan tidak.

“Belum, namun dipastikan akan ada karena kami akan turun kembali ke lokasi tersebut untuk menyita alat alat yang dipakai untuk kegiatan yang diduga ilegal tersebut,” aku Kasat, Rabu (24/2) di pesan WhatsApp ke media.

Terpisah, Sangadi Lanut Steidie Mumek dikonfirmasi hal itu enggan memberikan komentar. Telepon genggam miliknya berulang kali dihubungi media, meski terdengar nada panggil enggan diangkat. Pun pesan singkat yang di kirim hingga berita ini naik tayang belum juga ada balasan. Upaya konfirmasi pun oleh media terus dilakukan, Rabu (24/2) malam tadi.(nd)

Komentar Facebook