Astaga, Diduga Sangadi Lanut Lakukan Aktivitas Penambangan di Badan Sungai

BOLTIM, FINews.id Steidie Mumek, Sangadi (Kepala Desa) Lanut, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulut, diduga dalam melakukan aktivitas penambangan emas di lokasi Talong, belum mengantongi ijin.

Hal itu diungkap oleh salah seorang warga Desa Lanut.

“Pak Sangadi Steidie Mumek diduga dalam melakukan aktivitas penambangan di lokasi Talong, belum mengantongi ijin,” ungkap seorang warga Desa Lanut, Sabtu (20/2).

Bahkan warga yang minta namanya jangan dipublis ini menambahkan, lokasi yang ditambang Pak Sangadi itu diduga berada di badan sungai.

“Lokasi Pak Sangadi itu diduga berada di badan sungai. Bahkan dia (Sangadi) diduga sudah memindahkan aliran sungai itu,” beber warga tersebut.

Padahal lokasi yang ditambang itu masuk dalam Koperasi Nomontang, dan sudah beraktivitas kurang lebih setengah tahun, tapi diduga tidak mengantongi ijin, tandas warga tersebut saat bersua dengan awak media.

Terpisah, Ketua Koperasi Nomontang,
Marlon D Lomoan, dikonfirmasi hal itu oleh dia mengatakan memang ada yang belum mengurus ijin.

“Memang ada beberapa aktivitas penambangan yang bernauang di bawah Koperasi belum mengurus ijin,” kata Marlon, Sabtu (20/2).

Namun Marlon belum bisa memastikan apa lokasi yang di tambang Pak Sangadi itu sudah mengantongi ijin atau belum.

“Akan saya cek lagi, apa yang bersangkutan sudah mengurus ijin atau belum. Karena update terakhir pekan kemarin ada diatas 30 yang sudah mengantongi ijin, yang lainnya masih berproses menunggu SKPT. Sementara terkait dengan aktivitas itu berada di badan sungai, kami belum mengetahui,”akunya.

Marlon juga menyampaikan jika memang kegiatan itu berada di badan sungai, pihaknya tidak akan memberikan ijin meski lahan itu sudah mengantongi SKPT karena bertentangan dengan aturan, jelas dia.

Sangadi Steidie Mumek sendiri dikonfirmasi atas dugaan aktivitas penambangannya diatas, Minggu (21/2) belum memberikan komentar. Telepon selularnya saat dihubungi sedang tidak aktif, pun pesan singkat lewat WhatsApp yang dikirim awak media belum mendapat balasan. Upaya konfirmasipun oleh media terus dilakukan.(nd)

Komentar Facebook